MACAM-MACAM OPINI YANG DI KELUARKAN AUDITOR
Halo Sobat Balance, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang apa saja sih opini yang dikeluarkan oleh auditor, namun sebelum kita masuk ke pembahasan kita harus ketahui dulu ap aitu auditor, auditor adalah sebuah profesi yang memiliki kualifikasi untuk mengaudit suatu laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan, lembaga, instansi, ataupun sejenisnya. Tugas auditor hakikatnya bukan itu saja sob, auditor juga dapat menerima jasa konsultasi, jasa review laporan keuangan, audit informasi teknologi (aplikasi perusahaan) dan masih banyak lagi yang akan kita bahas di aneka ragam tugas auditor.
Kembali ke topik sob, jadi saat auditor melakukan audit ke suatu perusahaan maka auditor akan melakukan berbagai prosedur atau SOP yang sudah di persiapkan untuk meng audit laporan keuangan suatu perusahaan berdasarkan bukti-bukti yang di minta oleh auditor, contohnya seperti analisis prosedur, interview, observasi. Saat auditor melakukan audit, perusahaan harus menyiapkan bukti-bukti yang di minta oleh auditor, yang nantinya berpengaruh pada opini yang akan di keluarkan oleh auditor.
Macam-macam opini auditor :
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
Opini yang di keluarkan oleh auditor yang pertama yakni wajar tanpa pengecualian, perusahaan bisa mendapatkan opini ini manakala perusahaan patuh akan regulasi yang ada di negaranya, auditor independent ( tidak ada campur tangan dari perusahaan saat memutuskan opini yang akan dikeluarkan), tidak ada pembatasan bagi auditor, auditor berhak mengetahui apa yang ingin dia ketahui selagi memang bertujuan untuk mengumpulkan bukti guna memberikan opini, perusahaan menerima dan mengoreksi hal hal yang di anggap auditor tidak sesuai. Jika perusahaan mematuhi hal hal di atas kemungkinan besar perusahaan akan mendapat opini wajar tanpa pengecualian.
Wajar Dengan Pengecualian (WDP)
Opini yang selanjutnya yakni opini wajar tanpa pengecualian, opini ini akan di berikan auditor manakala perusahaan tidak konsisten menerapkan PSAK atau berubah ubah dalam Menyusun laporan keuangan, misalnya seperti setiap tahun mengganti metode penyusutan. Selanjutnya yakni audtor ragu akan keberlangsungan perusahaan karena going concern, terdapat suatu hal yang perlu di tekankan atau di perbaiki namun belum juga di perbaiki, anak perusahaan di audit oleh KAP lain. Itu beberapa alas an mengapa perusahaan mendapatkan opini Wajar dengan pengecualian.
Tidak Wajar (TW)
Berikutnya opini yang dikeluarkan oleh auditor adalah tidak wajar, perusahaan bisa mendapat opini ini manakala mereka memiliki masalah perusahaan yang berdampak besar yang berkemungkinan membuat perusahaan bangkrut, banyak akun yang tidak wajar (tidak berlaku SOP yang sudah di buat), maka dari itu auditor akan memberikan opini Tidak wajar jika menemukan kasus seperti ini.
Tidak Memberikan Pendapat ( TMP/Disclemer)
Opini terakhir yang di keluarkan oleh auditor yakni tidak memberikan pendapat, opini akan di berikan manakala perusahaan tidak bisa menyiapkan dokumen yang di perlukan auditor untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan tersebut, atau bisa karena pembatasan yang di lakukan oleh perusahaan kepada auditor yang menyebabkan auditor tidak bisa menjalankan tugasnya dengan independent. Maka dari itu wajar saja manakala auditor mengeluarkan opini Tidak memberikan Pendapat.
Itu mecam-macam opini yang di keluarkan oleh auditor ya sob, semoga pembahasan tadi memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi para pembaca, Terima Kasih
Komentar
Posting Komentar